Home

Tampilkan postingan dengan label Skripsi Psykologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi Psykologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Oktober 2012

SKRIPSI Psikologi: PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 1 komentar
Penelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan yang berkembang di era globalisasi di mana tantangan dan persaingan dalam berbagai aspek kehidupan semakin ketat, salah satunya persaingan di dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Dalam menghadapi kondisi seperti ini, siswa diharapkan dapat menemukan ide-ide yang berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Permasalahan yang berkaitan dengan kreativitas di sekolah masih sering ditemui siswa yang belum berani mengemukakan ide/gagasan atas suatu penyelesaian masalah; siswa belum berani mengajukan pertanyaan, saat menemui kesulitan dalam belajar; siswa belum berani mengemukakan ide/gagasan yang relatif berbeda dengan orang lain; siswa belum berani untuk menyelesaikan suatu masalah dengan cara yang berbeda dengan orang lain; siswa menunjukkan tidak percaya diri; siswa tidak menghargai pendapat orang lain; siswa masih merasa takut gagal/takut dikritik orang lain. Hal ini dimungkinkan oleh kurangnya pemahaman siswa akan potensi kreatifnya dan kurangnya motivasi yang diberikan guru pada aktivitas belajar yang mengarah pada pengembangan kreativitas. Salah satu upaya untuk membantu individu agar memiliki kreativitas belajar yang baik ialah melalui pemberian layanan bimbingan belajar di sekolah. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan kreativitas belajar siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian akan dijadikan rumusan program bimbingan belajar hipotetik untuk mengembangkan kreativitas belajar siswa melalui layanan bimbingan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Kota Bandung tahun ajaran 2011-2012 memiliki kreativitas belajar pada kategori sedang. Artinya sebagian besar siswa cukup kreatif pada keseluruhan aspek kreativitas belajar. Program yang dihasilkan penelitian ini masih bersifat hipotetik. Oleh sebab itu peneliti selanjutnya direkomendasikan untuk mengujicobakannya sehingga diketahui tingkat efektivitas program tersebut.


Daftar Isi s_pbb_054803_table_of_content.pdf
Bab I s_pbb_054803_chapter1.pdf
Bab II s_pbb_054803_chapter3.pdf
Bab III s_pbb_054803_chapter3.pdf
Bab IV s_pbb_054803_chapter4.pdf
Bab V s_pbb_054803_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_pbb_054803_bibliography.pdf













































          

SKRIPSI Psikologi: PROGRAM BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KONTROL DIRI REMAJA YANG MENGALAMI KECANDUAN INTERNET

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Penelitian ini dilatari oleh fenomena kecanduan internet yang terjadi dikalangan remaja indonesia.  Kecanduan internet merupakan sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online (Young, 1998). Young (Essau, 2008) juga menyatakan bahwa kecanduan internet sama seperti perilaku kecanduan lainnya, yang berisi tingkah laku yang kompulsif, kurang tertarik terhadap aktivitas-aktivitas yang lain, dan meliputi symptom-symptom fisik dan mental ketika berusaha untuk menghentikan tingkah laku tersebut. Salah satu penyebab terjadinya kecanduan adalah adanya kegagalan individu dalam melakukan kontrol terhadap perilaku (Mark, Murray, Evans, & Willig, 2004). Kontrol diri merupakan kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif (Goldfried dan Merbaum dalam Lazarus, 1976). Perilaku kecanduan internet pada siswa ini berkembang pada proses lingkungan , salah satunya adalah lingkungan sekolah. Salah satu layanan psikologis yang ada disekolah adalah layanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data empiris profil kontrol diri siswa yang mengalami kecanduan internet sebagai dasar penyusunan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kontrol diri remaja yang mengalami kecanduan internet. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) kontrol diri siswa yang mengalami kecanduan internet sebagian besar berada pada kategori sedang, rendah dan tinggi.(2) semua aspek kontrol diri siswa yang mengalami kecanduan internet berada pada kategori sedang.(3)rumusan program bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kontrol diri remaja yang mengalami kecanduan internet. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontrol diri remaja yang mengalami kecanduan internet secara umum berada pada kategori sedang sampai rendah. Dengan demikian perlu kiranya menyusun serangkaian program bimbingan pribadi sosial yang dapat meningkatkan kontrol diri remaja yang mengalami kecanduan internet. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya sebaiknya membandingkan gambaran umum tingkat kontrol diri remaja yang mengalami kecanduan internet berdasarkan jenis kelamin agar hasilnya lebih menyeluruh, menggunakan metode penelitian kualitatif, dan melaksanakan uji coba empiris program bimbingan bimbingan pribadi sosial untuk meningkatkan kontrol diri remaja yang mengalami kecanduan internet.

Daftar Isi s_ppb_0700915_table_of_content(1).pdf
Bab I s_ppb_0700915_chapter1(1).pdf
Bab II s_ppb_0700915_chapter2(1).pdf
Bab III s_ppb_0700915_chapter3(1).pdf
Bab IV s_ppb_0700915_chapter4(1).pdf
Bab V s_ppb_0700915_chapter5(1).pdf
Daftar Pustaka s_ppb_0700915_bibliography(1).pdf

Senin, 22 Oktober 2012

PROFIL PERILAKU ETIS SISWA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Penelitian ini didasari oleh fenomena banyaknya perilaku siswa yang tidak sesuai dengan nilai yang berlaku di masyarakat, seperti berkelahi dengan teman, berkata-kata kasar dan bersikap tidak sopan. Pedoman tingkah laku sangat diperlukan oleh individu pada usia remaja agar pergaulan sesama remaja dapat berjalan dengan baik sesuai dengan norma masyarakatnya atau norma agama yang dianutnya, sehingga mereka terhindar dari pergaulan yang menyimpang yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran dan perbedaan perilaku etis antara siswa perempuan dan siswa laki-laki serta Mengembangkan program bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan siswa kelas XI SMA Pasundan 2 Tahun Ajaran 2010/2011 untuk membantu siswa mengembangkan perilaku etis yang dimilikinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling). Pengambilan sampel sebesar 50% dari populasi yaitu diperoleh 130 sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan Perilaku Etis Siswa di SMA Pasundan 2 Bandung umumnya tergolong pada kategori cukup baik. Dari 130 responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, 70% diantaranya atau 91 siswa dapat disebut sebagai siswa yang berperilaku etis dengan kategori cukup baik. Sebanyak 24 siswa atau 18,46% dari total responden termasuk siswa berperilaku etis dengan kategori baik, sedangkan sisanya yaitu sebesar 11,54% atau 15 siswa tergolong memiliki perilaku etis dengan kategori kurang baik. Perilaku etis siswa berdasaran jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor perilaku etis siswa perempuan dengan perilaku etis siswa laki-laki. Rekomendasi bagi Guru BK/Konselor diharapkan mampu mengaplikasikan program hasil penelitian untuk mengembangkan perilaku etis siswa yang telah dirancang peneliti terhadap siswa kelas XI dengan keterampilan yang kreatif dan inovatif untuk mengembangkan perilaku etis yang dimiliki siswa.

Daftar Isi s_ppb_0703768_table_of_content.pdf
Bab I s_ppb_0703768_chapter1.pdf
Bab II s_ppb_0703768_chapter2.pdf
Bab III s_ppb_0703768_chapter3.pdf
Bab IV s_ppb_0703768_chapter4.pdf
Bab V s_ppb_0703768_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_ppb_0703768_bibliography.pdf

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK GURU PEMBIMBING DENGAN PEMANFAATAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena beragamnya harapan siswa terhadap karakteristik guru pembimbing dan tingkat pemanfaatan layanan bimbingan konseling oleh siswa di SMP Negeri 5 Bandung. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik pribadi guru pembimbing SMP Negeri 5 Bandung, pemanfaatan layanan bimbingan dan konseling siswa SMP Negeri 5 Bandung dan hubungan antara harapan siswa terhadap karakteristik guru pembimbing dengan pemanfaatan layanan bimbingan konseling dan memberikan implikasi pada guru pembimbing agar mengembangkan karakteristik yang diharapkan siswa untuk meningkatkan pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMP Negeri 5 Bandung. Metode penelitian yaitu deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan siswa akan karakteristik guru pembimbing akan mempengaruhi pemanfaatan layanan bimbingan konseling yang dilakukan oleh siswa itu sendiri.

Daftar Isi s_ppb_0705175_table_of_content.pdf
Bab I s_ppb_0705175_chapter1.pdf
Bab II s_ppb_0705175_chapter2.pdf
Bab III s_ppb_0705175_chapter3.pdf
Bab IV s_ppb_0705175_chapter4.pdf
Bab V s_ppb_0705175_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_ppb_0705175_bibliography.pdf

Rabu, 29 Agustus 2012

SIKAP SOSIAL DAN STATEGIS KELOMPOK MUSIK KARINDING DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Download skripsi psykologi:

"SIKAP SOSIAL DAN STATEGIS KELOMPOK MUSIK KARINDING DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI (Studi Kasus terhadap Kelompok MUsik Karinding X di Kota Bandung)"

Penelitian ini berjudul Penggunaan Gesture untuk Pemahaman Kata Siswa dalam Pembelajaran Kosakata (Sebuah Case Study di Lembaga Kursus Bahasa Inggris di Bandung). Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui jenis-jenis gesture yang digunakan oleh guru dalam mengajarkan kosakata baru kepada anak-anak; (2) untuk mengetahui bagaimana guru menggunakan gesture-gesture tersebut; (3) untuk mendapatkan informasi alasan mengapa guru menggunakan gestures dalam menjelaskan kosakata baru serta (4) untuk mendapatkan gambaran kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa selama pembelajaran kosakata dengan menggunakan gesture. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan interview. Yang selanjutnya data dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini melibatkan seorang guru dan murid-muridnya dari sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris di Bandung. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa guru tersebut telah mengaplikasikan jenis-jenis gesture yang diajukan oleh McNeill (1992) ketika menjelaskan kosakata baru yang direalisasikan dengan beberapa gerakan seperti pergerakan tangan, gerakan menunjuk objek benda, menjentikkan jari dan menepuk paha. Alasan guru menggunakan gesture-gesture tersebut adalah sebagai media untuk menjelaskan kosakata yang sulit, untuk mengingat kembali kosakata yang telah diajarkan di pertemuan sebelumnya dan untuk memelihara ingatan siswa terhadap kosakata-kosakata yang telah diajarkan. Tetapi, para siswa mengalami kesulitan untuk memahami kosakata yang dijelaskan hanya dengan menggunakan gesture dan memahami gesture yang kurang jelas. Dari penemuan tersebut, peneliti menyarankan agar guru-guru Bahasa Inggris mengaplikasikan gesture dalam pembelajaran kosakata baru kepada anak-anak dikarenakan gesture merupakan media belajar yang paling sederhana, dimana setiap orang dapat melakukannya. Ditambah lagi gesture dapat membantu siswa untuk mengingat kosakata yang diajarkan dengan cara yang menyenangkan.

Link download di bawah ini:

Daftar Isi : Download
Bab 1 : Download
Bab 2 : Download
Bab 3 : Download
Bab 4 : Download
Bab 5 : Download
Daftar Pustaka : Download

Hanya sebagai referensi ya. Semoga bermanfaat :)

Senin, 05 Maret 2012

Contoh Skripsi Psikologi

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi pemimpin di dunia dengan dilengkapi segenap organ tubuh dan kesempurnaan yaitu : akal, emosi, hawa nafsu dan kelengkapan lainnya. Berbagai kelengkapan tubuh itu yang menjadikan manusia lebih mulia dari mahluk Allah lainnya apabila manusia mampu memfungsikan segala potensi sesuai dengan proporsinya. Namun apabila manusia menyalah gunakan kelengkapan dan potensi yang diberikan Allah itu manusia dapat menjadi mahluk yang rendah dan bahkan lebuh rendah dari binatang sekalipun.

Potensi yang ada pada manusia, selayaknya difungsikan dan ditumbuh kembangkan sesuai dengan proporsinya, manusia akan mampu menjalankan fungsi kepemimpinannya apabila membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq 1-5 :

Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Maha Pemurah. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-Alaq 1-5) (Depag. RI., 1984:1097)

Selengkapnya

RPP Berkarakter SMP