Home

Tampilkan postingan dengan label Good News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Good News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2012

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Seorang perempuan usia 28 tahun di Jerman mengaku membunuh lima bayinya yang baru lahir dalam beberapa tahun terakhir, menurut polisi, Kamis. Perempuan itu kini dituntut dengan lima tuduhan pembunuhan.

Pemerintah di kota Flensburg mengatakan bahwa perempuan yang tak diidentifikasi namanya tersebut mengaku membunuh dua bayinya yang jasadnya ditemukan di tempat daur-ulang kertas dan parkiran mobil pada Maret 2006 dan Maret 2007.

Saat pemeriksaan, ia juga kemudian mengaku membunuh tiga lagi bayinya dan menyimpan jenazahnya di ruang bawah tanah dalam kasus yang belum diketahui sebelumnya, menurut polisi dan jaksa dalam konferensi pers gabungan.

Aparat mengatakan bahwa autopsi tidak menemukan indikasi penyebab atau waktu tepat kematian bayi-bayi tersebut.

"Penting untuk menegaskan bahwa tidak ada orang lain yang terlibat dalam aksi-aksi ini," kata juru bicara polisi Dirk Czarnetzki pada reporter.

"Tak ada yang mengetahui soal kehamilan atau kelahiran anak-anak ini," ujar dia.

Perempuan yang kini berada dalam tahanan sudah menikah dan memiliki dua anak usia 8 dan 10.

Sang suami tak berniat menambah anggota keluarga mereka, kata jaksa penuntut Ulrike Stahlmann-Liebelt.

"Si istri khawatir suaminya akan meninggalkan dia jika tahu soal (kelahiran lain) karena dia tidak mau punya anak lagi," kata Stahlmann-Liebelt. "Dia merasa tak tahu harus ke mana lagi. Dia tak pernah terpikir kontrasepsi dan sudah beberapa tahun terakhir tak pernah ke ginekolog."

Suami tersangka yang menerima konseling digambarkan "sangat putus asa". Ia bilang ke polisi tidak tahu sama sekali soal kehamilan-kehamilan tersebut.

Si tersangka berhasil menutupi kehamilannya dengan "menutup diri dan memakai pakaian longgar", tambah jaksa penuntut. "Dua anak dilahirkan di rumah, tiga lainnya di hutan."

Stahlmann-Liebelt mengatakan bahwa penyelidikan kini berada dalam tahap awal dan belum bisa memperkirakan hukuman yang akan dijatuhkan.

Pihak berwajib sudah melakukan tes saliva pada "ratusan perempuan di area tersebut" setelah dua jasad tersebut ditemukan pada 2006 dan 2007.

Tersangka diminta untuk memberi tes saliva pada Selasa dan ia menyerahkan diri sendiri tak lama sesudahnya, kata Czarnetzki.

Keluarga tersebut sama sekali tak istimewa dan tidak mendapat perhatian khusus dari dinas layanan sosial.

Pembunuhan bayi bukanlah kejahatan unik di Jerman, beberapa kasus terkenal menjadi berita utama tahun ini.

Pada bulan Maret, perempuan usia 33 dihukum 13 tahun setelah dituduh membunuh tiga bayinya sesaat setelah kelahirannya.

Polisi juga kini sedang menyelidiki ibu dari tiga bayi yang ditemukan tewas April, menurut si ibu anak-anaknya lahir dalam keadaan meninggal.

Meski begitu kasus ini adalah yang terburuk di Jerman sejak 2005, saat seorang perempuan dihukum 15 tahun penjara karena membunuh 8 bayinya yang baru lahir.

Dalam kasus tersebut, jasad bayi ditemukan di ember dan pot bunga saat pembersihan garasi di rumah tempat si perempuan tinggal bersama suaminya, dan dalam kolam ikan tua di rumah orangtuanya.

Perempuan tersebut juga dikenai tuduhan pembunuhan bayi ke-9, lahir pada 1988, namun pengadilan memutuskan bahwa waktu untuk menuntut pembunuhan tersebut sudah terlewati.


Sumber : Yahoo.com
 

Jokowi tak terbendung jadi gubernur DKI

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Anggota DPRD Solo ternyata dengan mudahnya menyepakati pengunduran diri Joko Widodo, setelah Wali Kota Solo itu memenangkan pemilihan gubernur DKI Jakarta.
Dari 40 orang anggota DPRD Solo, sebanyak 35 orang menghadiri rapat. Sedangkan 5 orang sisanya berhalangan hadir karena sakit dan menunaikan ibadah haji. Dengan hadirnya 35 anggota DPRD tersebut maka rapat dinyatakan quorum.

Padahal, sebelumnya DPRD Solo diperkirakan menjadi salah satu pengganjal pasangan Jokowi-basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bila rakyat Jakarta memilihnya. Hal itu diperkirakan terjadi karena sebagian besar parpol menjadi pendukung lawan Jokowi dalam pilkada tersebut yaitu pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Praktis hanya dua parpol yang mendukung Jokowi-Ahok yaitu PDIP dan Gerindra.
Sebelumnya rapat paripurna pengunduran diri Jokowi diperkirakan berlasngsung alot. Namun ternyata rapat paripurna DPRD Solo, Senin (1/10/2012) seluruh anggota DPRD langsung menyatakan sepakat dengan pengunduran diri Jokowi. Dengan persetujuan tersebut, maka saat ini Jokowi sudah tidak ada lagi halangan untuk menjadi DKI-1. Rencananya pelantikan dilakukan pada 7 Oktober mendatang.

Jumat, 13 Juli 2012

Foke: Kami akan Menang di Putaran Kedua

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Jakarta - Meski baru berdasarkan perhitungan cepat lembaga survei, Fauzi Bowo menyiapkan diri untuk melangkah di putaran kedua. Dia yakin di putaran selanjutnya, dia bersama Nachrowi akan menang dari rival beratnya, Jokowi-Ahok.

"Kita tunggu putaran yang kedua dan kita kan menjadi pemenang," kata Foke saat menggelar jumpa pers di poskonya, Jalan Diponegoro 61 A, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012).

Foke masih menunggu hasil resmi penghitungan suara dari KPUD yang dilansir 20 Juli nanti. Namun dia menghormati hasil perhitungan cepat yang dilaksanakan berbagai lembaga survei yang ada.

"Keputusan resmi mash kita tunggu. Demikian juga dengan keputusan KPUD yang berkaitan dengan pilgub putaran kedua. Hasil putaran kedua yang akan menentukan siapa yang akan menjadi Gubernur Jakarta," ujar Foke yang disambut sorak sorai pendukung yang berasal dari banyak partai.

Foke mengakui hasil perhitungan cepat ini menjadi cermin dinamisnya warga Jakarta dalam berdemokrasi. Pilgub kali ini juga dinilai Foke ada harapan yang sangat luar biasa terhadap Gubernur 2012-2017.

"Hasil sementara ini juga menunjukan bahwa harapan dan tuntutan warga Jakarta terhadap Gubernur Jakarta 2012-2017 akan jauh melebih ekspektasi yang berjalan ini," ungkap Foke.

Di sedikitnya 5 hasil quick count, Jokowi unggul sekitar 9 persen dari Foke.

Sumber: detikNews

Kamis, 12 Juli 2012

Rahasia Jokowi di Masa Kecil

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
TEMPO.CO, Jakarta - Mengetahui putranya ikut dalam pertarungan menjadi orang nomor satu di Ibu Kota Indonesia, ibunda Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo, angkat bicara.

Menurut perempuan berusia 70 tahun ini, sosok kepemimpinan Jokowi sudah terlihat sejak kecil. Sebagai sulung dari empat bersaudara, Jokowi menjadi panutan bagi tiga adik perempuannya.

"Dari kecil sudah kelihatan dia anak yang bekerja keras dan pantang menyerah," kata Sudjiatmi di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Rabu, 11 Juli 2012.

Menurut Sudjiatmi, sejak menginjak sekolah menengah pertama, Jokowi sudah mulai mendidik adik-adiknya dengan disiplin.

Sebelum memutuskan menjadi calon gubernur DKI Jakarta, Sudjiatmi mengatakan putranya meminta restunya terlebih dahulu. "Saya restui," ujar wanita yang mengenakan busana muslim berwarna hijau ini.

Bagi Sudjiatmi, iklim politik di Jakarta lebih keras. Oleh karena itu, ia berpesan supaya Jokowi tidak melupakan nilai-nilai luhur yang pernah diajarkannya. "Semoga ia tetap jujur, kerja keras, dan istikamah," katanya.

Sudjiatmi berharap Jokowi bisa terus memimpin dalam perolehan suara pemilihan gubernur DKI Jakarta. Sama seperti sang anak, ia tak mau sesumbar perilah siapa yang bakal jadi pemenang. "Ini kan masih sementara. Mudah-mudahan nanti bisa menang terus," katanya sambil tersenyum malu.

Sebelum pencoblosan, sang ibu bercerita keluarga besarnya sempat mengadakan pengajian di Surakarta. Di posko pemenangan ini, hanya sang ibu yang terlihat mendampingi Jokowi. Adapun istri Jokowi ataupun tiga adik perempuannya--Iit Sriyantini, Hidayati, dan Titik Ritawati--tak tampak.

Sebelum menutup pembicaraan, sang ibu sempat bercerita mengenai makanan kesukaan Jokowi. Wali Kota Surakarta ini ternyata gemar makan pisang rebus dan kacang rebus.

Sumber: Tempo.co

Mengapa Jokowi Bisa Memutarbalikkan Hasil Survei

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil hitung cepat pemilihan gubernur DKI Jakarta untuk sementara bertabrakan dengan hasil-hasil survei sebelumnya. Empat lembaga survei--Indo Barometer, Sugeng Sarjadi School of Government, Lingkaran Survei Indonesia, dan Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis) menyatakan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli bakal menang mudah. Pasangan yang biasa disebut Foke-Nara ini meraih suara 36,7 persen sampai 47,2 persen.

Hasil perhitungan cepat sementara ternyata berbicara lain. Justru pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang unggul sementara. Menurut hitungan cepat Indo Barometer, Rabu, 11 Juli 2012, hingga pukul 15.30 Jokowi-Basuki meraih 46,9 persen suara. Adapun Foke-Nara hanya 28,8 persen. Data yang masuk hitung cepat Indo Barometer mencapai 64,7 persen dari total suara.

Hasil serupa terlihat pada perhitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia. Jokowi-Ahok meraih 43,04 persen suara. Posisi kedua ditempati pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebesar 34,18 persen suara. Peringkat ketiga ditempati pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini dengan 11,1 persen, disusul duet independen Faisal Basri-Biem Benjamin 5,2 persen. Pasangan Alex Noerdin-Nono Sampurno hanya meraih 4,37 persen suara. Adapun pasangan Hendardji-Riza meraih 1,84 persen suara. Data yang masuk hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia mencapai 75 persen dari total suara.

Menurut LSI, perbedaan ada di swing voter yang mencapai 30 persen. Kemungkinan aktivitas kampanye tim Jokowi-Ahok bekerja lebih efektif dan berhasil meraih simpati dari para swing voter. Kemungkinan lain jumlah pendukung Foke beralih ke kandidat lain atau memilih menjadi golongan putih.

J.J. Rizal, sejarawan yang juga pengamat Kota Jakarta, menilai Jokowi berhasil merebut hati masyarakat. "Pendapat-pendapat Jokowi sangat berani, berbeda dengan Foke yang lebih berhati-hati," kata Rizal seperti dikutip TV One.

Menurut data Indo Barometer, pasangan Jokowi memenangi di hampir semua wilayah pemilihan Jakarta kecuali Jakarta Selatan. Jokowi-Ahok menang di Jakarta Timur (40 persen), Jakarta Pusat (45,8 persen), Jakarta Utara (47,4 persen), dan Jakarta Barat (48,9 persen).

Data itu senada dengan hasil hitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia. Foke cuma menang di Jakarta Selatan (37,8 persen). Adapun Jokowi menang di Jakarta Timur (43,65 persen), Jakarta Pusat (41,59 persen), Jakarta Utara (48,19 persen) dan Jakarta Barat (46,7 persen)

Lingkaran Survei Indonesia
1. Fauzi-Nachrowi 34,18% -- survei sebelumnya 25 Juni 2012 43,7%
2. Hendarji-Riza 1,84% -- survei sebelumnya 1,2%
3. Jokowi-Ahok 43,04% -- survei sebelumnya 14,4%
4. Hidayat-Didik 11,81% -- survei sebelumnya 8,3%
5. Faisal-Biem 4,75% -- survei sebelumnya 5,8%
6. Alex-Nono 4,37% -- survei sebelumnya 3,9%

Indo Barometer
1. Fauzi-Nachrowi 32,3% -- survei sebelumnya 22 April 2012 36,6%
2. Hendarji-Riza 2,4% -- survei sebelumnya 1,4%
3. Jokowi-Ahok 44,9% -- survei sebelumnya 17,9%
4. Hidayat-Didik 11,1% -- survei sebelumnya 18,5%
5. Faisal-Biem 5,2% -- survei sebelumnya 4,1%
6. Alex-Nono 4,7% -- survei sebelumnya 3,6%

Sumber: Tempo.co

Fauzi Bowo Siap Ladeni Jokowi di Putaran Kedua

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

TEMPO.CO, Jakarta - Meski terkejut dengan hasil perhitungan cepat pemilihan gubernur DKI Jakarta, pasangan calon gubernur Fauzi Bowo dan wakil gubernur Nachrowi Ramli siap bertanding di putaran kedua. "Mari kita bertarung di putaran kedua," kata Fauzi dalam jumpa persnya di posko pemenangan Fauzi-Nara di Jalan Diponegoro Nomor 6 Jakarta.

Fauzi menegaskan hasil perhitungan cepat belumlah final. Doktor lulusan Jerman ini mengaku menghormati hasil hitung cepat. Metode itu memang terbukti bisa memprediksi hasil pemilihan. "Masih ada sembilan hari lagi untuk menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta," ujar Fauzi.

Hingga pukul 16.00 WIB, data hitung cepat yang masuk Lingkaran Survei Indonesia mencapai 94 persen. Pasangan Joko Widodo-Ahok meraup 43,14 persen suara. Posisi kedua ditempati pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang mengantongi 34,15 persen, disusul duet Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini dengan 11,71 persen suara.

Menanggapi hasil ini, Fauzi yang biasa dipanggil Foke mengatakan, "Perjuangan belum selesai. Kami akan bertarung di putaran kedua."

Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi mengaku tak terlalu terkejut dengan hasil tersebut. Dia sudah melihat tanda-tanda kemenangan itu saat dia berkunjung ke berbagai daerah. "Yang saya tangkap adalah keinginan yang sangat kuat untuk warga Jakarta. Mereka menginginkan sebuah perubahan besar yang lebih baik," kata Jokowi saat diwawancara Metro TV.

Wali Kota Solo itu yakin strateginya kampanye dengan bertemu rakyat terbilang mulus. Dengan program itu warga Jakarta bisa melihat program-programnya. Pada paruh pertama, Jokowi memfokuskan diri menyentuh masyarakat kelas menengah atas. Lalu pada paruh kedua, dia lebih banyak bertemu dengan masyarakat kelas bawah.

"Kuncinya, warga bergerak, sukarelawan bergerak. Saya hanya pakai strategi kecil-kecilan. Kalau pakai strategi besar anggarannya juga besar. Duitnya dari mana," ujarnya lagi.

Sumber: Tempo.co

Ketakutan Fauzi Bowo terhadap Jokowi (Joko Widodo)

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Dikutip dari Kultwit @TrioMacan2000:
  1. Eeng ing eeeng…saya akan coba kultwitkan sekilas tentang ketakutan Fauzi Bowo terhada Jokowi/Ahok dalam pilgub DKI 2012 yad
  2. Kita tahu cagub DKI : Foke Nara, Jokowi Ahok, Hidayat Didik, Faisal Biem & Hendardji Ariza. 3 paket calon via partai, 2 calon independen
  3. Kita juga tahu demopolitik DKI : jawa 35%, betawi 27%, sunda 16%, tionghoa 6%, batak/minang 4% dll. Data ini sangat penting
  4. Kita juga tahu di DKI : Islam 85%, protestan dan katolik 5%, sisanya budha dan hindu. Itulah demografi politik DKI saat ini
  5. 5. Suara partai yg jelas solid adalah PKS. Hidayat punya suara captive 20%. jika timsesnya cerdas dan modal cukup, Hidayat lolos putaran ke2
  6. Ups..maaf lupa..alex nono..saya kelupaan karena anggap alex nono ini bakal jadi pecundang meski didukung oleh Golkar hehe..maaf
  7. Kenapa alex nono bakal jadi pecundang? Alex terkenal korup dan pernah selingkuhi istri sah orang. Dia sdg diincar KPK masuk sel penjara
  8. Alex Nono tak usik fikiran Foke..meski Alex Nono didukung Golkar dan dibiayai Tutut suharto. Alex ga populer dan tak berprestasi
  9. Faisal Biem calon independen..cerdas, idealis, jujur..tapi apalah daya..modal ga ada, dukungan “atas” minim. Bakal babak belur abis nafas
  10. Pangsa suara Faisal Biem ini juga akan “dicuri” oleh hendarji Ariza yg “sengaja” maju sbg decoy alias umpan oleh Foke agar suara pecah
  11. Kita tahu kedekatam keluarga Alm Dr. Supanji dengan keluarga Sarwo Edhi Wibowo sejak puluhan tahun yg lalu sewaktu SEW jadi Gub Akmil
  12. Kita tahu hubungan hartati murdaya-Cikeas-Foke-Hendarji. Simpulnya di kasir cikeas : Hartati murdaya poo yg menjadi otak skenario ini
  13. Hendarji dirut BP3K Kemayoran, rekanan utama PRJ yg nunggak ratusan milyar dividen PRJ/PT. JIExpo ke Pemprov DKI tapi Foke tutup mata.
  14. Sosok Hartati Murdaya yg penguasa bisnis pemerintah/BUMN dan kerabat dekat Cikeas sangat berperan dalam pilgub DKI. Dia mau Foke menang
  15. Foke tidak begitu khawatir dengan Hidayat Didik yg didukung PKS dan “PAN”. toh NU dan Muhammadiyah sudah “dibeli” oleh Foke..asyiik
  16. Jika di final/putaran kedua : Hidayat vs Foke, Foke akan menang. Suara non muslim, muslim sekuler/abangan, dll akan lari ke Foke Nara
  17. Foke juga menyusup dan siram KPUD DKI. Sulit dipastikan KPUD akan netral kecuali dijaga ketat oleh simpatisan cagub2 yg lain.
  18. Nah..bagaimana dgn Jokowi Ahok? Ini yg bikin takut Foke. Jokowi ini antitesanya Foke. Jokowi populer, merakyat, egaliter, santun, lembut
  19. Jokowi Ahok yg bisa rebut suara etnis jawa, anak muda, kaum minoritas, non muslim, Plus dukungan fanatik massa PDIP. Foke gemetar panik
  20. Jokowi juga punya dana kampanye tidak terbatas. Ada Prabowo yg terbukti bisa bantu Zaini abdullah/partai aceh menang pilgub aceh
  21. Ada Djan Faridz konglomerat tanah abang yg skrg jadi Menpera yg siap supply dana ke Jokowi. Mahar 60 Milyar sebagai panjar sdh cair
  22. Tomy Winata sbg konglomerat yg gemar bantu politisi jg akan cenderung ke Jokowi karena faktor pertemanan dgn Djan Faridz di Tanah Abang
  23. Djan Faridz akan mati2an dukung Jokowi agar kelangsungan kekuasaannya di Tanah Abang tdk terganggu oleh Foke yg sdh jadi musuh abadinya
  24. Tomy winata pasti akan pasang 2 kaki meski lebih condong ke Jokowi daripada ke Foke yg terbukti gagal pimpin Jakarta.
  25. Suara masyarakat betawi jakarta juga akan terpecah. Sebagian kecil yg akan dukung Foke krna mereka sakit hati ditipu foke selama 5 thn
  26. Janji2 Foke utk angkat martabat dan kesejahteraan Betawi terbukti pepesan kosong. Tidak ada komunitas Betawi yg sejahtera dibantu Foke
  27. Apalagi Dukungan Betawi ke Foke digembosi oleh Ridwan Saidi cs..tokoh betawi yg membelot ke Alex dan siap all out hancurkan Foke
  28. Jika Foke ketemu Jokowi difinal..maka Jokowi akan menang telak. Suara 27% Betawi pun ga akan bisa diraih utuh. Jokowi akan menang > 60%
  29. Beda jika Foke vs Hidayat di putaran kedua. Suara Hidayat cwnderung stagnan atau naik tipis. Foke bisa menang persis ketika lawan adang
  30. Sebab itu, sasaran utama penghancuran oleh Foke bukan Hidayat atau alex, tetapi Jokowi. Bahkan takut Jokowi menang 1 putaran saja !
  31. Dukungan penuh Megawati, Prabowo, Djan Faridz dan TW ke Jokowi bukan main2. Total football hehehe. SBY aja gemetar apalagi Si Foke ?
  32. Strategi penghancuran Jokowi sdh dimulai sejak awal oleh Foke. Isu orang luar, solo kota kecil, Jokowi kere, ahok china dll jadi blunder
  33. Maka sesuai karakter fauzi bowo, dihalakan segala cara dan dikeluarkan uang yg tak terbatas utk hancurkan Jokowi. “kerusuhan” solo bgmn?
  34. Info yg saya terima dari jaringan saya dan analisa politik sangat mudah menyimpulkan bhw ada agenda tersebunyi dari “kerusuhan” Solo
  35. Disamping isu “kerusuhan” Solo utk tutupi isu2 korupsi Demokrat, sy lbh percaya ini utk rusak reputasi Jokowi, citra hancur, warga ragu
  36. “kerusuhan” Solo ini bisa juga gerakan operasi intelejen kotor dgn 2 agenda : tutupi isu korupsi demokrat/SBY sekaligus hantam Jokowi
  37. Maaf..ga taukno ..Ipad tiba2 hang..ngadat..mesti pake anti hacker/sabotase neh hehehe..kita lanjutkan..ya..smpai dimana tadi? Jokowi ya
  38. Sejak minggu lalu sy sdh menangkap informasi bhw Solo akan “dibumihanguskan” oleh tangan2 Jakarta dgn berbagai isu rasial, agama, preman
  39. Foke sdh habis akal mainkan isu negatif trhdp Jokowi..termasuk isu murahan bhw Jokowi itu non muslim..pdhl jokowi shalat ga pernah alpa
  40. Pokoknya Foke akan gunakan segala cara. Hampir semua ormas&media sdh dia beli. Tp byk ormas& media itu hny berikan dukungan semu ke Foke
  41. Sama juga halnya dgn PNS DKI. Meski Foke sdh naikan gaji mereka jor2an sampai APBD DKI jebol, PNS DKI mayoritas tidak suka Foke
  42. Semua PNS DKI tahu persis jiwa Foke ga stabil, sifat pemarah, sok kuasa, kasar, nepotisme, korup, arogan dan suka sepelekan orang lain
  43. Namun, kita jg harus hati2 dgn isu keterlibatan FPI pd “kerusuhan” Solo. Bs saja FPI dikambing hitamkan utk kurangi dukungan ke Hidayat
  44. Dalam operasi intelejen kotor bisa saja dibuat kekacauan tertentu dgn maksud “kambinghitamkan” 2 atau beberapa kelompok sekaligus
  45. Yang jelas “serangan” ke Jokowi dan Hidayat akan terus dilancarkan oleh Foke. Termasuk peristiwa memalukan : Hidayat dilarang jd Khatib
  46. Jika Jokowi bijak hadapi operasi keji tim Foke dan warga solo tidak dengan isu2 SARA, insya Allah Foke akan sukses jadi mantan Gubernur
  47. Diputaran kedua kita akan menyaksikan 2 calon terbaik bertarung secara fair merebut suara dan hati rakyat Jakarta : Jokowi vs Hidayat
  48. Sekian dulu..masih banyak bahan kultwit utk semua cagub. Pilkada masih lama dan cukup waktu menilai semua kandidat. Terima kasih, salam..
Sumber: http://jokowibasuki.wordpress.com/2012/07/08/ketakutan-fauzi-bowo-terhadap-joko-widodo/

Golkar Jeblok, PKS Merosot di Pilgub DKI 2012, Apa Penyebabnya?

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Jakarta Kemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) versi quick count sungguh di luar dugaan. Padahal sebelumnya, beberapa lembaga survei mengadang-gadang pasangan incumbent Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) mengungguli Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2012.

Belum lagi mengamati fenomena menarik dimana PKS di Pilgub 2012 tampak merosot dalam perolehan suara. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Dwipayana, menduga terdapat beberapa faktor yang memunculkan fenomena baru dalam Pilgub DKI Jakarta, ini dia faktor-faktor yang diduga menjadi penyebab 'pembangkangan' hasil survei Pilgub DKI Jakarta 2012.

"Pemilih yang tidak loyal tidak memilih calon yang diajukan partainya. Pemilih lebih memperhatikan figur dan agenda yang muncul, jadi bukan semata-mata partai. Di sini terjadi split ticket voting," jelas Ari saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/7/2012).

Faktor lain adalah diduga karena adanya perpecahan di elit partai. Dia menilai dengan munculnya beberapa kandidat di menit-menit terakhir pencalonan. Ari mencontohkan Golkar yang tiba-tiba memunculkan Alex Noerdin untuk maju dalam bursa Pilgub Jakarta, padahal sebelumnya figur-figur seperti Tantowi Yahya serta calon lainnya muncul dipermukaan.

Belum lagi adanya perpecahan dukungan di salah satu partai pendukung yang berpecar di tiga kandidat yang bersaing. "Artinya, elit tidak sepenuh hati mendukung calon yang diusungnya," terang Ari.

Ari menambahkan, di putaran kedua Pilgub nanti persaingan kandidat akan semakin ketat. Proses transaksi politik akan semakin menguat dalam babak baru Pilgub nanti.

"Pembelian suara tidak lagi dengan calon, tapi kelompok atau tim sukses. Karena merekalah yang mengetahui medan pertarungan," kata Ari.

Selain itu, kekhawatiran kampanye gelap akan semakin kentara muncul, khususnya isu-isu primordial atau politik identitas yang menyangkut salah satu pasangan calon.

"Ini yang akan menjadi ancaman terjadi dalam putaran kedua," ujarnya.

Sumber: detikNews

Inilah 4 Proyek Besar DKI Jakarta Tahun Ini ( Perlu Anda Tahu)

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 1 komentar
Jakarta - Pemerintah Pusat telah mencanangkan 4 proyek besar untuk DKI Jakarta pada tahun ini. Proyek ini dimasukkan dalam buku Public Private Partnership Infrastructure Projects Plan in Indonesia 2012 yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Berikut 4 proyek besar tahun ini di Jakarta, seperti dikutip dari buku rencana proyek kerjasama pemerintah dan swasta atau PPP Book 2012, Kamis (11/7/2012).

1. Jalan Tol Akses Tanjung Priok

img


Proyek ini guna mengurangi kemacetan di sekitar pelabuhan Tanjung Priok. Pasalnya, pada kawasan tersebut banyak sekali truk dan kontainer yang lalu lalang menuju dan dari pelabuhan.

Konstruksi jalan tol ini akan dibiayai oleh pemerintah pusat, tetapi mengenai pengelolaannya akan dilakukan bersama swasta.

Panjang tol ini adalah 16,67 km dan membutuhkan investasi sebesar US$ 641,5 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun. Perkiraan biaya untuk pembangunan sebesar US$ 612,5 juta dan biaya pembebasan lahan sebesar US$ 29 juta.

Pelaksanaan tender akan dilakukan pada tahun depan dan diperkirakan beroperasi pada tahun 2014 mendatang.

2. Proyek Air Bersih DKI Jakarta-Bekasi-Karawang

img

Proyek ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Jakarta, Bekasi, dan Karawang yang semakin bertambah. Nantinya, operator dari proyek ini diserahkan kepada Aetra dan PALYJA, PDAM Bekasi, dan PDAM Karawang.

Perkiraan investasi pada tahap I sebesar US$ 189 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Persiapan pembangunan dilakukan pada tahun ini. Konstruksi dimulai tahun depan hingga tahun 2015. Dengan demikian, proyek ini akan mulai beroperasi pada tahun 2015.

3. Pengalihan Pelabuhan Tanjung Priok, ke Cilamaya Jawa Barat

img

Proyek ini berada di Karawang, Jawa Barat, guna mengurangi kelebihan kapasitas yang dialami pelabuhan Tanjung Priok.

Dengan proyek ini diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi dari industri yang berada pada kawasan Karawang ini sehingga produk ekspornya bisa memiliki harga yang bersaing dengan negara lain.

Perkiraan investasi sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 9,3 triliun. Rincian biaya, sebesar US$ 1,032 miliar untuk biaya pembebasan lahan sebesar US$ 2,36 juta.

Rencananya persiapan pembangunan pada tahun depan, sedangkan konstruksi dimulai pada tahun 2015 hingg 2018. Proyek ini direncanakan beroperasi pada tahun 2019.

4. Proyek Pengolahan Limbah Pabrik DKI Jakarta

img

Kondisi Jakarta semakin parah, terutama mengani sanitasi lingkungan yang disebabkan banyaknya limbah pabrik. Pemerintah berencana untuk mengurangi limbah ini sekitar 20 persen di kota-kota besar, termasuk Jakarta.

Perkiraan investasi untuk proyek ini sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun.

Proyek ini akan mulai disiapkan pada tahun depan. Pembangunannya akan dimulai pada tahun 2012 hingga tahun 2017. Setelah selesai, proyek ini bisa langsung beroperasi.

Demikian 4 Proyek Besar DKI Jakarta Tahun Ini. Semoga informasi ini bermanfaat.
Sumber: detik Finance

Rabu, 11 Juli 2012

Biografi Fauzi Bowo ( Bang Foke )

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Nama Lengkap: Dr.-Ing. H. Fauzi Bowo
Nama Populer: Fauzi Bowo (Foke)
Tanggal Lahir: 10 April 1948
Tempat Lahir: Jakarta Indonesia
Agama: Islam
Profesi: Politikus
Jabatan: Gubernur DKI Jakarta ke-13 (2007-2012)

Keluarga Bapak Fauzi Bowo
Kakek: KH Abdul Manaf
Nama Ayah: Djohari Bowo
Nama Ibu: Nuraini binti Abdul Manaf
Istri: Hj. Sri Hartati
Anak: Humar Ambiya (Tanggal lahir: 20 Juli 1976, Esti Amanda (Tanggal lahir: 5 April 1979) dan Dyah Namira (Tanggal lahir: 1 Februari 1983).

Riwayat Pendidikan

SD St. Bellarminus, SMP Kolese Kanisius, SMA Kolese Kanisius, Sepadya 1987, Sespanas 1989, Lemhannas KSA VIII/2000, Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Arsitektur bidang Perencanaan Kota dan Wilayah Technische Universität Braunschweig Jerman, Doktor-Ingenieur Technische Universität Kaiserslautern.

Dr.-Ing. H. Fauzi Bowo lahir di Kota Jakarta pada tanggal 10 April 1948. Beliau merupakan Gubernur Provinsi DKI Jakarta periode 2007 - 2012 bersama dengan wakilnya Mayjen TNI (Purn) Prijanto, namun sang wakil mengundurkan diri dari jabatannya.

Fauzi Bowo mengawali karirnya sebagai dosen pengajar di Universitas Indonesia tepatnya di Fakultas Teknik. Selain itu Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Protokol dan Hubungan Internasional dan Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Kemudian, Beliau menjadi wakil Gubernur Jakarta mendampingi Gubernur Sutiyoso.

Pada tahun 2007, Fauzi Bowo bersama wakilnya Prijanto maju untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Beliau bersaing dengan pasangan Adang Daradjatun dan Dani Anwar. Pilkada dilaksanakan pada hari rabu tanggal 8 agustus 2007. Hasilnya Pasangan Fauzi Bowo-Prijanto berhasil menang dalam Pemilihan, dengan raihan suara Fauzi Bowo - Prijanto = 2.109.511 suara - 57,87%, Adang Darajatun - Dani Anwar = 1.500.055 suara - 42,3% (metrotvnews).

Riwayat Pekerjaan

2007-2012 Gubernur DKI Jakarta
2002-2007 Wakil Gubernur DKI Jakarta
1998-2002 Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) DKI Jakarta
1993-1998 Kepala Dinas Pariwisata DKI
1986-1988 Pejabat Kabiro Kepala Daerah DKI
1982-1986 Pejabat sementara (Pjs) Kabiro Kepala Daerah DKI
1979-1982 Kepala Dinas Pariwisata DKI
1979-1982 Pelaksana tugas Kepala Biro Kepala Daerah DKI
1977 -1984 Menjadi staf pengajar di Universitas Indonesia
1976 Asisten Ahli Tech. Univ. Braunschweig

Biodata dan Biografi Fauzi Bowo - semoga bermanfaat, terimakasih.

Biografi Jokowi (Joko Widodo)

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

Jokowi adalah tokoh pemimpin terpuji Walikota Solo dan berperan memperomosikan Mobil ESEMKA. Ir. Joko Widodo (Jokowi) adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo. Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Agama Jokowi adalah Islam.

Biografi Jokowi (Joko Widodo)

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai walikota Solo, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto “Solo: The Spirit of Java“. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

Berkat prestasi tersebut, Jokowi terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″ oleh Majalah Tempo.

Asal Nama Julukan Jokowi

“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, ‘Jokowi’. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama yang dia berikan tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo. Belakangan dia mengecek, di Solo yang namanya persis Joko Widodo ada 16 orang.

Saat ini, Jokowi menjabat untuk periode kedua. Kemenangan mutlak diperoleh saat pemilihan wali kota tahun lalu. Nama Jokowi kini tidak hanya populer, tapi kepribadiannya juga disukai masyarakat. Setidaknya, ketika pergi ke pasar-pasar, para pedagang beramai-ramai memanggilnya, atau paling tidak berbisik pada orang sebelahnya, “Eh..itu Pak Joko.”

Bagaimana ceritanya sehingga dia bisa dicintai masyarakat Solo? Kebijakan apa saja yang telah membuat rakyatnya senang? Mengapa pula dia harus menginjak pegawainya? Berikut wawancara wartawan Republika, Ditto Pappilanda, dengan Jokowi dalam kebersamaannya sepanjang setengah hari di seputaran Solo.

Sikap apa yang Anda bawa dalam menjalankan karier sebagai birokrat?
Secara prinsip, saya hanya bekerja untuk rakyat. Hanya itu, simpel. Saya enggak berpikir macam-macam, wong enggak bisa apa-apa. Mau dinilai tidak baik, silakan, mau dinilai baik, ya silakan. Saya kan tugasnya hanya bekerja. Enggak ada kemauan macam-macam. Enggak punya target apa-apa. Bekerja. Begitu saja.

Bener, saya tidak muluk-muluk dan sebenarnya yang kita jalankan pun semua orang bisa ngerjain. Hanya, mau enggak. Punya niat enggak. Itu saja. Enggak usah tinggi-tinggi. Sederhana sekali.

Contoh, lima tahun yang lalu, pelayanan KTP kita di kecamatan semrawut. KTP bisa dua minggu, bisa tiga minggu selesai. Tidak ada waktu yang jelas. Bergantung pada yang meminta, seminggu bisa, dua minggu bisa. Tapi, dengan memperbaiki sistem, apa pun akan bisa berubah. Menyiapkan sistem, kemudian melaksanakan sistem itu, dan kalau ada yang enggak mau melaksanakan sistem, ya, saya injak.

Awalnya reaksi internal bagaimana?
Ya biasa, resistensi setahun di depan, tapi setelah itu, ya, biasa saja. Semuanya kalau sudah biasa, ya semuanya senang. Ya, kita mengerti itu masalah kue, ternyata ya juga bisa dilakukan.

Untuk mengubah sistem proses KTP itu, tiga lurah saya copot, satu camat saya copot. Saat itu, ketika rapat diikuti 51 lurah, ada tiga lurah yang kelihatan tidak niat. Enggak mungkin satu jam, pak, paling tiga hari, kata mereka. Besoknya lurah itu tidak menjabat. Kalau saya, gitu saja. Rapat lima camat lagi, ada satu camat, sulit pak, karena harus entri data. Wah ini sama, lah. Ya, sudah.

Nyatanya, setelah mereka hilang, sistemnya bisa jalan. Seluruh kecamatan sekarang sudah seperti bank. Tidak ada lagi sekat antara masyarakat dan pegawai, terbuka semua. Satu jam juga sudah jadi. Rupiah yang harus dibayar sesuai perda, Rp 5.000.

Anda juga punya pengalaman menarik dalam penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kemudian banyak menjadi rujukan?
Iya. Sekarang banyak daerah-daerah ke sini, mau mengubah mindset. Oh ternyata penanganan (PKL) bisa tanpa berantem. Memang tidak mudah. Pengalaman kami waktu itu adalah memindahkan PKL di Kecamatan Banjarsari yang sudah dijadikan tempat jualan bahkan juga tempat tinggal selama lebih dari 20 tahun. Kawasan itu sebetulnya kawasan elite, tapi karena menjadi tempat dagang sekaligus tempat tinggal, yang terlihat adalah kekumuhan.

Lima tahun yang lalu, mereka saya undang makan di sini (ruang rapat rumah dinas wali kota). Saya ajak makan siang, saya ajak makan malam. Saya ajak bicara. Sampai 54 kali, saya ajak makan siang, makan malam, seperti ini. Tujuh bulan seperti ini. Akhirnya, mereka mau pindah. Enggak usah di-gebukin.

Mengapa butuh tujuh bulan, mengapa tidak di tiga bulan pertama?
Kita melihat-melihat angin, lah. Kalau Anda lihat, pertama kali mereka saya ajak ke sini, mereka semuanya langsung pasang spanduk. Pokoknya kalau dipindah, akan berjuang sampai titik darah penghabisan, nyiapin bambu runcing. Bahkan, ada yang mengancam membakar balai kota.

Situasi panas itu sampai pertemuan ke berapa?
Masih sampai pertemuan ke-30. Pertemuan 30-50 baru kita berbicara. Mereka butuh apa, mereka ingin apa, mereka khawatir mengenai apa. Dulu, mereka minta sembilan trayek angkot untuk menuju wilayah baru. Kita beri tiga angkutan umum. Jalannya yang sempit, kita perlebar.

Yang sulit itu, mereka meminta jaminan omzet di tempat yang baru sama seperti di tempat yang lama. Wah, bagaimana wali kota disuruh menjamin seperti itu. Jawaban saya, rezeki yang atur di atas, tapi nanti selama empat bulan akan saya iklankan di televisi lokal, di koran lokal, saya pasang spanduk di seluruh penjuru kota. Akhirnya, mereka mau pindah.

Pindahnya mereka saya siapkan 45 truk, saya tunggui dua hari, mereka pindah sendiri-sendiri. Pindahnya mereka dari tempat lama ke tempat baru saya kirab dengan prajurit keraton. Ini yang enggak ada di dunia mana pun. Mereka bawa tumpeng satu per satu sebagai simbol kemakmuran. Artinya, pindahnya senang. Tempat yang lama sudah jadi ruang terbuka hijau kembali.

Omzetnya di tempat yang baru?
Bisa empat kali. Bisa tanya ke sana, jangan tanya saya. Tapi, ya kira-kira ada yang sepuluh kali, ada yang empat kali. Rata-rata empat kali. Ada yang sebulan Rp 300 juta. Itu sudah bukan PKL lagi, geleng-geleng saya.

Bagaimana dengan PKL yang lain?
Setelah yang eks-PKL Banjarsari pindah, tidak sulit meyakinkan yang lain. Cukup pertemuan tiga sampai tujuh kali pertemuan selesai. Sampai saat ini, kita sudah pindahkan 23 titik PKL, tidak ada masalah.

Lha yang repot sekarang ini malah pedagang PKL itu minta direlokasi. Kita yang nggak punya duit. Sampai sekarang ini, masih 38 persen PKL yang belum direlokasi. Jadi, kalau masih melihat PKL di jalan atau trotoar, itu bagian dari 38 persen tadi.

Tampaknya, pemberdayaan pasar menjadi perhatian Anda?
Oiya. Kita sudah merenovasi 34 pasar dan membangun pasar yang baru di tujuh lokasi. Jika dikelola dengan baik, pasar ini mendatangkan pendapatan daerah yang besar.

Dulu, ketika saya masuk, pendapatan dari pasar hanya Rp 7,8 miliar, sekarang Rp 19,2 miliar. Hotel hanya Rp 10 miliar, restoran Rp 5 miliar, parkir Rp 1,8 miliar, advertising Rp 4 miliar. Hasil Rp 19,2 miliar itu hanya dari retribusi harian Rp 2.600. Pedagangnya banyak sekali, kok. Ini yang harus dilihat. Asal manajemennya bagus, enggak rugi kita bangun-bangun pasar. Masyarakat-pedagang terlayani, kita dapat income seperti itu.

Sementara kalau mal, enggak tahu saya, paling bayar IMB saja, kita mau tarik apa? Makanya, mal juga kita batasi. Begitu juga hypermarket kita batasi. Bahkan, minimarket juga saya stop izinnya. Rencananya dulu akan ada 60-80 yang buka, tapi tidak saya izinkan. Sekarang hanya ada belasan.

Tapi, sepertinya Pasar Klewer belum tersentuh ya, kondisinya masih kurang nyaman?
Klewer itu, waduh. Duitnya gede sekali. Kemarin, dihitung investor, Rp 400 miliar. Duit dari mana? Anggaran berapa puluh tahun, kita mau cari jurus apa belum ketemu. Anggaran belanja Solo Rp 780 miliar, tahun ini Rp 1,26 triliun. Tidak mampu kita. Pedagang di Klewer lebih banyak, 3.000-an pedagang, pasarnya juga besar sekali. Di situ, yang Solo banyak, Sukoharjo banyak, Sragen banyak, Jepara ada, Pekalongan ada, Tegal ada. Batik dari mana-mana. Tapi, saya yakin ada jurusnya, hanya belum ketemu aja.

Soal pendidikan, di beberapa daerah sudah banyak dilakukan pendidikan gratis, apakah di Solo juga begitu?
Kita beda. Di sini, kita menerbitkan kartu untuk siswa, ada platinum, gold, dan silver. Mereka yang paling miskin itu memperoleh kartu platinum. Mereka ini gratis semuanya, mulai dari uang pangkal sampai kebutuhan sekolah dan juga biaya operasional. Kemudian, yang gold itu mendapat fasilitas, tapi tak sebanyak platinum. Begitu juga yang silver, hanya dibayari pemkot untuk kebutuhan tertentu.

Itu juga yang diberlakukan untuk kesehatan?
Iya, ada kartu seperti itu, ada gold dan silver. Gold ini untuk mereka yang masuk golongan sangat miskin. Semua gratis, perawatan rawat inap, bahkan cuci darah pun untuk yang gold ini gratis.

Tampaknya, sekarang masyarakat sudah percaya pada Anda, padahal di awal terpilih, banyak yang sangsi?
Yah, satu tahun, lah. Namanya belum dikenal, saya kan bukan potongan wali kota, kurus, jelek. Saya juga enggak pernah muncul di Solo, apalagi bisnis saya 100 persen ekspor. Ada yang sangsi, ya biar saja, sampai sekarang enggak apa-apa. Mau sangsi, mau menilai jelek, terserah orang.

Dulu, apa niat awalnya jadi wali kota?
Enggak ada niat, kecelakaan. Ndak tahu itu. Dulu, pilkada pertama, kita dapat suara 37 persen, menang tipis. Wong saya bukan orang terkenal, kok. Yang lain terkenal semuanya kan, saya enggak. Tapi, kelihatannya masyarakat sudah malas dengan orang terkenal. Mau coba yang enggak terkenal. Coba-coba, jadi saya bilang kecelakaan tadi itu memang betul.

Hal apa yang paling mengesankan selama Anda menjadi wali kota?
Paling mengesankan? Paling mengesankan itu, kalau dulu, kan, wali kota mesti meresmikan hal yang gede-gede. Meresmikan mal terbesar besar misalnya. Tapi, sekarang, gapura, pos ronda, semuanya saya yang buka, kok. Pos ronda minta dibuka wali kota, gapura dibuka wali kota, ya gimana rakyat yang minta, buka aja. Ya, kadang-kadang lucu juga. Tapi kita nikmati.

Apa kesulitan yang paling pertama Anda temui saat menjabat sebagai wali kota?
Masalah aturan. Betul. Kita, kalau di usaha, mencari yang se-simpel mungkin, seefisien mungkin. Tapi, kita di pemerintahan enggak bisa, ada tahapan aturan. Meskipun anggaran ada, aturannya enggak terpenuhi, enggak bisa jalani. Harusnya, bisa kita kerjain dua minggu, harus menunggu dua tahun. Banyak aturan-aturan yang justru membelenggu kita sendiri, terlalu prosedural. Kita ini jadi negara prosedur.

Apa pertimbangannya saat Anda mencalonkan untuk kali kedua?
Sebetulnya, saya enggak mau. Mau balik lagi ke habitat tukang kayu. Saat itu, setiap hari datang berbondong-bondong berbagai kelompok yang mendorong saya maju lagi. Mereka katakan, ini suara rakyat. Saya berpikir, ini benar ndak, apa hanya rekayasa politik. Dua minggu saya cuti, pusing saya mikir itu. Saya pulang, okelah saya survei saja. Saya survei pertama, dapatnya 87 persen. Enggak percaya, saya survei lagi, dapatnya 87 persen lagi.

Setelah survei itu, saya melihat, benar-benar ada keinginan masyarakat. Jadi, yang datang ke saya itu benar. Dan ternyata memang saya dapat hampir 91 persen. Saya lihat ada harapan dan ekspektasi yang terlalu besar. Perhitungan saya 65-70 persen. Hitungan di atas kertas 65:35, atau 60:40, kira-kira.

Ada kekhwatiran tidak, ketika lepas jabatan, semua yang Anda bangun tetap terjaga?
Pertama ada blueprint, ada concept plan kota. Paling tidak, pemimpin baru nanti enggak usah pakai 100 persen, seenggaknya 70 persen. Jangan sampai, sudah SMP, kembali lagi ke TK. Saya punya kewajiban juga untuk menyiapkan dan memberi tahu apa yang harus dilakukan nantinya.

Biodata Joko Widodo

Nama : Joko Widodo
Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961
Agama : Islam
Pekerjaan : Pengusaha
Agama : Islam
Profil Facebook : jokowi
Akun twitter : jokowi_do2
Email: jokowi@indo.net.id
Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Telp. 644644, 642020, Psw 400, Fax. 646303
Alamat Rumah Dinas : Rumah Dinas Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No. 261 Telp. 712004
HP. 0817441111
Pendidikan:

  • SDN 111 Tirtoyoso Solo
  • SMPN 1 Solo
  • SMAN 6 Solo
  • Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985

Karir:

  • Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
  • Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
  • Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)

Penghargaan:

  • Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″
  • Menjadi walikota terbaik tahun 2009
  • Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.
  • Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award

Selain itu, berkat kepemimpinan beliau (dan tentunya semua pihak yg membantu), kota Solo jg banyak meraih penghargaan, di antaranya

  • Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
  • Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
  • Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
  • Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum
  • Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia


Video Pak Jokowi di Youtube dalam acara Mata Najwa



Banyak yang bilang gaya kepemimpinan Pak Jokowi mirip dengan Presiden Soekarno. Mari Kita dukung Pak Jokowi jadi presiden RI.

Faisal-Biem Siap Kalah, Puji Keberhasilan Jokowi

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

Jakarta Cagub-cawagub DKI Jakarta nomor 5 Faisal Basri-Biem Benjamin mengikuti perkembangan quick count pilgub. Dari hasil sementara quick count yang tayang di sejumlah TV, Faisal siap menerima kekalahan.

"Faisal-Biem menerima untuk siap kalah. Sinyal warga Jakarta memang ingin perubahan," kata Faisal dalam jumpa pers di Posko Pemenangan Faisal-Biem di Jl Tebet Barat, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2012).

Faisal memuji pasangan cagub-cawagub nomor 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut Faisal, Jokowi berhasil menangkap apa yang diharapkan warga Jakarta dengan komunikasinya yang sederhana.

"Memang orang sudah muak dengan incumbent. Saya rasa pasangan Jokowi bisa menangkap apa harapan warga," pujinya.

Menurut Faisal, quick count saat ini sudah mencapai hampir 50 persen sampel suara. Dari situ, bisa dilihat kalau posisi suara tidak akan berubah drastis.

"Quick count kan sudah hampir 50 persen dan untuk perubahan angka-angka relatif marjinal," imbuh ekonom ini.

Faisal berterima kasih kepada seluruh tim suksesnya dan warga Jakarta yang sudah memilihnya. Dengan adanya suara masyarakat Jakarta terhadap dirinya yang berasal dari jalur independen, Faisal menilai masyarakat sudah memberikan respons yang baik.

"Memang geliat independen baru ada di kelas menengah dan kelas menengah ke atas. Untuk kelas tertentu masih belum. Tapi keren juga kita di kalangan menengah bisa mengalahkan incumbent," ujarnya.

Sumber: DetikNews

Gubernur DKI Jakarta dari Masa ke Masa

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

Siapapun yang akan terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta 2012-2017, dia akan menjadi Gubernur DKI ke-13. Sejak Republik ini berdiri, provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia ini telah memiliki 12 orang gubernur, berturut-turut: Suwirjo, Sjamsuridjal, Sudiro, Soemarno, Henk Ngantung, Ali Sadikin, Tjokropranolo, R Soeprapto, Wiyogo Atmodarminto, Surjadi Soedirja, Sutiyoso, dan Fauzi Bowo.

Pilkada DKI Berlangsung Dua Putaran

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Dari hasil yang diperoleh hingga saat ini, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 akan berlangsung dua putaran. Posisi puncak yang dihuni oleh pasangan Jokowi-Ahok masih berkutat pada angka 44 persen. Sementara untuk dapat menang satu putaran, pasangan calon gubernur peserta Pilkada DKI Jakarta harus mengantongi 50 persen suara plus 1.

Peraturan perolehan suara di ibu kota ini memang berbeda dengan peraturan Pilkada di daerah lain. "Angka tidak akan banyak berubah. Jadi Jakarta harus juga bersiap untuk Pilkada dua putaran," kata Wakil Pimpinan Redaksi Kompas, Budiman Tanuredjo, di Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (11/7/2012).

Pada pukul 14.49, sekitar 70 persen TPS yang dijadikan sampel sudah masuk. Dengan perolehan sementara Jokowi-Ahok dengan 43,40 persen dan Foke-Nara 33,96 persen. Kendati demikian, untuk hasil pastinya masih harus menunggu sekitar seminggu lagi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.

"Melihat trennya akan terjadi dua putaran. Tapi tetap harus menunggu hasil resmi dari KPU," kata Budiman.

SUMBER: KOMPAS.com

Hasil Perolehan Sementara Pilkada DKI Jakarta 2012 Jokowi Memimpin

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Hasil Sementara Pilkada DKI Jakarta 2012 - Jokowi - Ahok Unggul Sementara. Hingga pukul 14.35, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, unggul dalam hitung cepat atau Quick Count.

Perhitungan cepat ini dilakukan dengan sampel 400 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di seluruh Jakarta. Dari 20 persen data yang masuk, tampak bahwa pasangan
Jokowi-Ahok unggul hampir di tiap wilayah.

Pasangan yang biasa disapa
Jokowi-Ahok unggul sementara dengan 58 persen suara. Sementara, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ada diurutan ke dua dengan 20,9 persen suara.

Di urutan ke tiga ada pasangan
Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini dengan 8,2 persen suara. Disusul pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono 5,4 persen, Faisal Basri-Biem empat persen dan di urutan paling buncit ada pasangan Hendardji-Riza 3,6 persen.

Jokowi-Ahok juga unggul sementara dalam hitung cepat yang dilakukan LSI dengan 43,03 persen suara. Sedangkan pasangan incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli meraih 34,8 suara.

Di urutan selanjutnya ada pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini dengan 12,85 persen, Alex Noerdin-Nono Sampono 5,30 persen, Faisal Basri-Biem 5,15 dan pasangan Hendardji-Riza Patria 2,17 persen.

Itulah info mengenai Hasil Perolehan Sementara Pilkada DKI Jakarta 2012 Jokowi Memimpin - Hasil Sementara Pilkada DKI Jakarta 2012 yang dapat kami update, tunggu saja update selanjutnya dari kami.

PEROLEHAN SUARA SEMENTARA QUICK COUNT PILKADA DKI JAKARTA

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

Hasil Perolehan Suara Sementara Pilkada -PilGub DKI Jakarta - Pilkada DKI Jakarta saat ini masih dalam proses, beberapa hasil Quick Count perhitungan cepat hasil suara, sudah merilis hasil sementara berdasarkan data yang sudah dapat dihitung, berikut ini hasil suara semantara Pilkada DKI Jakarta, perhitungan cpat TV One bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia.

Dikutip dari: http://www.dikutip.com

Prediksi Pemenang Gubernur DKI Jakarta 2012

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Prediksi Pemenang Gubernur DKI Jakarta 2012 – sebelum mengetahui pemenaang hasil suara gubernur DKI Jakarta, maru simak siapa saja Cagub DKI Jakarta terbaru tahun 2012. Tercatat ada 6 daftar pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI di Pilkada DKI Jakarta 2012 sebagai berikut :

Nama Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta 2012

1. Foke – Nara
2. Alex – Nono
3. Jokowi – Ahok
4. Hidayat Nur Wahid – Didik
5. Adji – Reza
6. Faisal – Biem

Namun melihat dari enam pasangan calon yang ada, kemungkinan hanya ada tiga pasangan calon yang akan bersaing kuat dalam Pilkada DKI Jakarta kali ini. Tiga pasangan calon yang akan bersaing ketat dalam Pemilukada Jakarta adalah pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini,serta pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Ketiga pasangan ini, dinilai tetap memegang suara mayoritas pemilih di Jakarta. Selain itu dua dari tiga pasangan calon inilah, yang diprediksi akan bersaing dan masuk dalam putaran kedua dari Hasil Pilkada DKI Jakarta 2012.
Prediksi jitu paranormal pemenang pilkada gubernur dki jakarta 2012

Namun jika Pilkada DKI hanya diikuti oleh tiga pasangan yakni pasangan Jokowi – Ahok, Hidayat Nur Wahid – Didik J Rachbini, dan Foke – Nara, dan berlangsung satu putaran, maka kemungkinan pasangan calon Gubernur Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini, yang akan keluar sebagai pemenang.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam Pilkada DKI Jakarta 2012, enam kandidat calon Gubernur, akan bertarung. Enam pasangan itu adalah pasangan Alex Noerdin danNono Sampono, yang diusung oleh Partai Golkar, PPP dan PDS. Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama yang diusung PDIP dan Gerindra. Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli yang diusung Partai Demokrat, serta pasangan Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini dari PKS.

Selain itu Pemilukada DKI Jakarta juga akan diramaikan dengan dua pasangan calon Gubernur dari jalur independen yang akan bertarung yakni pasangan Faisal Basri dan Biem Benyamin, serta Hendardji Soepandji dan Ahmad Riza.

Jadi siapapun pemenang atau yang menjadi gubernur DKI Jakarta kita terima saja dan itu pasti yang terbaik menjadi pilihan masyarakat Jakarta. Sekian informasi Prediksi Pemenang Gubernur DKI Jakarta 2012. jangan lupa untuk ikut memilih cagub cawagub DKI Jakarta hari rabu tanggal 11 Juli 2012.

Sumber: http://www.say.web.id/prediksi-gubernur-dki-jakarta.html

Selasa, 30 Maret 2010

10 Makanan Sampah (Junk Food) Yang Diumumkan WHO

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
1. Makanan gorengan

Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi.
Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam prosese menggoreng sering terjadi bnayak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

2. Makanan kalengan


Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampirseluruhnya dirusak.
Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat.
Nilai gizinya jauh berkurang. Sealain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas. Bersamaan dengann tingginya kalori, dapat menyebabkan obesitas.

3. Makanan asinan


Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal.

Bagi pengkonsumsi makanan asinan terbut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan.

Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lender lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinu mengkonsumsi makanan asin radang lambung dan usus kemungkinan tinggi.

4. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)


Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet/pewarna dll yang memberatkan beban hati/hepar.

Dalam ham dsb kadar natriumnya tinngi, mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

5. Makanan dari daging berlemak dan jerohan


Walaupun makan ini mengandung protein yang baik, vitamin dan mineral tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dll.

6. Olahan Keju


Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula drah meninggu. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

7. Mi instant


Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

8. Makanan yang dipanggang/dibakar


Mengandung zat penyebab kanker.

9. Sajian manis beku.

Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.

10. Manisan kering


Mengandung garam nitrat.
Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak hepar dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal

Jumat, 05 Maret 2010

8 Alasan Kenapa Pasangan Selingkuh

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

Berdasarkan data, ternyata 26-30 persen kasus perselingkuhan disebabkan kehidupan seksual yang tidak memuaskan.Demikian diungkap ginekolog dan konsultan seks Boyke Dian Nugraha pada seminar bertema "Love, Sex and Harmony" di Jakarta, Kehidupan seksual yang tidak memuaskan bisa ditandai dengan pernyataan, "Aduh dok, istri saya itu solo. Datang-datang langsung buka baju, kayak kambing guling aja," kata Boyke.

Kata Boyke, perlu bagi pasangan untuk tahu teknik-teknik berhubungan seks sehingga tidak langsung 'tancap gas'.
Bila hal ini menjadi kebiasaan, akan menjadi bumerang bagi pasangan sendiri. Perselingkuhan pun bisa jadi solusi untuk itu. Sekurangnya ada 8 alasan kenapa pasangan Anda selingkuh:

1. Pelarian emosional dari pasangannya.

2. Rasa ingin tahu tentang seperti apa seks dengan orang lain yang bukan pasangannya. Semuanya itu bermula dari rasa penasaran akan apa yang ada di balik itu (maksudnya di balik celana dalam pria). "Bagaimana sih rasanya bercinta dengan pria kulit hitam karena suaminya berkulit putih," Boyke mencontohkan.

3. Kemarahan atau permusuhan yang terpendam dengan pasangannya.

4. Keinginan untuk merasakan lebih banyak seks atau jenis seks yang berbeda dari yang didapat dari pasangannya.

5. Dorongan ego.

6. Ketidakmampuan membentuk komitmen yang dalam.

7. Menghindar dari masalah perkawinan atau pribadi.

8. Untuk menghilangkan rasa sakit akibat kehilangan, sebagai contohnya, kematian orang yang dicintai atau anak yang pergi sekolah ke tempat lain.

Ketika pasangan menyadari adanya persoalan di atas, sebaiknya menyadari secepatnya. Lalu apakah berani pasangan membuka diri dan menjalin komunikasi yang sehat untuk mengemukakan persoalan secara terbuka. Jika tidak, maka pintu gerbang perselingkuhan, yang adalah hubungan seksual di luar pernikahan resmi, akan terbuka lebar.

Ejakulasi Bikin Pria Berumur Pendek?

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

SELAMA hidupnya seorang pria rata-rata melakukan ejakulasi sebanyak 5.000 kali. “Bila setiap ejakulasi mengeluarkan 200 juta sperma, diperkirakan selama hidupnya ia menghasilkan 1 triliun sperma,” ungkap Dr Ferryal Loetan, ASC&T, Sp.RM, MKes.Air mani atau semen yang dikeluarkan saat ejakulasi itu berisi vitamin, mineral, protein, dan kalori yang dibutuhkan sperma agar tetap gesit berenang melewati vagina untuk membuahi sel telur. “Sel prostat pada pria juga menghasilkan zat alkalin yang tugasnya menjaga supaya sperma bisa tetap hidup melewati vagina yang sifatnya asam,” kata konsultan seks yang sering tampil di Lativi ini.


Gara-gara urusan ejakulasi ini, usia harapan hidup pria jadi lebih pendek enam tahun dibandingkan dengan perempuan. “Sehabis ejakulasi, pria selalu kelelahan. Pasalnya, air mani yang jumlahnya sekitar 5 ml setiap ejakulasi itu mengandung zinc, selenium, protein, vitamin A, C, E, dan gula.

Terbuangnya berbagai zat gizi itu lewat ejakulasi menimbulkan rasa lelah, lemas, dan lapar berkepanjangan. Dilaporkan, energi yang terbuang saat berhubungan seks adalah sebesar 36 kalori atau setara dengan berlari sepanjang 1,5 km,” ujar Dr Loetan saat berbicara di peluncuran produk NuMEN Z.

Telur setengah matang dan susu telur madu jahe (STMJ) tampaknya menjadi pilihan yang pas untuk isi ulang zat-zat gizi yang dibuang tadi. “Telur memang mengandung banyak protein dan di dalamnya terdapat zat gizi seperti yang dibuang saat ejakulasi. Bila ingin mendapatkan semua zat gizi dalam telur, cara makannya harus dalam keadaan mentah. Pemanasan dapat mengurangi nilai gizinya,” kata Diah Kusuma Dewi, S.Si, Apt, dari farmakolog dari PT Navita Inti Prima.

Namun, kebiasaan mengasup telur setengah matang, apalagi yang berlebihan, bisa menyebabkan efek samping tak menyenangkan. Kadar kolesterol tinggi dalam telur bisa menyebabkan hiperkolesterol atau kolesterol berlebih. Kandungan avidin dalam telur juga bisa menimbulkan kebotakan. Kebiasaan makan telur mentah juga bisa menyebabkan penyakit tifus karena kulit telur mentah merupakan sarang kuman Salmonella.

Semakin sering melakukan ejakulasi, kata Dr Loetan, air mani akan semakin encer. “Jumlah air mani yang ideal adalah sebesar satu sendok makan. Kuantitas dan kualitasnya amat ditentukan oleh kualitas makanan yang diasup. Tentu harus mengasup gizi seimbang, gaya hidup yang sehat tanpa rokok dan alkohol, apalagi narkoba. Kemudian tidur cukup, rajin berolahraga, dan menghindari polusi,” paparnya.