Home

Tampilkan postingan dengan label Skripsi Pendidikan Kewarganegaraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi Pendidikan Kewarganegaraan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2012

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Pendidikan sebagai tempat yang penting dalam pembangunan nasional hendaknya dapat mencetak siswa yang memiliki kapabilitas sebagai manusia dengan kriteria mampu memecahkan masalah. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu mata pelajaran sentral dalam Sistem Pendidikan Nasional justru menemui banyak masalah. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning diharapkan menjadi salah satu alternative permasalahan dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Model Pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran PKn. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, sedangkan metodenya adalah penelitian tindakan kelas dan tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi dan litelatur. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Bandung, dengan guru PKn dan siswa siswi Kelas XI IPA 6 sebagai subjek penelitan. Hasil penelitian yang penulis peroleh adalah (a) langkah-langkah yang dilakukan guru untuk mempersiapkan pembelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning yaitu penyusunan silabus, dan RPP (b) Implikasi model pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran PKn adalah model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa (c) Kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan model pembelajaran problem based learning antara lain guru yang terlalu kaku dalam hubungannya dengan siswa sehingga suasana kelas yang “menyenangkan” sulit untuk di bangun (d) Upaya untuk mengatasi kendala yang dihadapi guru dalam penerapan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran PKn adalah guru berusahan untuk menjadi fasilitator pembelajaran dengan membangun suasana yang kondusif. Guru berusaha memahami dan mendalami langkah-langkah dalam model pembelajaran problem based learning, memberikan stimulus pada siswa agar lebih berfikir kritis kreatif dalam mengkaji, menanggapi dan mencari solusi dalam permasalahan yang disajikan sehingga kemampuan pemecahan masalahnya semakin terasah. Kreatifitas guru pula menjadi salah satu kunci penting dalam hal pemberian motivasi kepada siswa agar siswa tak ragu ragu dalam menyampaikan ide dan pemikirannya dalam menyelesaikan masalah.

Daftar Isi s_pkn_0601965_table_of_content.pdf
Bab I s_pkn_0601965_chapter1.pdf
Bab II s_pkn_0601965_chapter2.pdf
Bab III s_pkn_0601965_chapter3.pdf
Bab IV s_pkn_0601965_chapter4.pdf
Bab V s_pkn_0601965_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_pkn_0601965_bibliography.pdf

PENERAPAN MEDIA CD INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya guru dalam proses belajar mengajar seringkali menggunakan metode ceramah, tanpa menggunakan media pembelajaran dan tidak melakukan variasi pemilihan metode. Konsekuensi dari hal ini terhadap siswa adalah munculnya kebosanan dan kejenuhan serta tidak terasahnya kecerdasan emosional siswa, yang berimbas pada kekurangaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Hal ini menuntut dilakukannya perbaikan dari segi penggunaan media dan pemilihan metode pembelajaran yang tepat dan bervariasi. Oleh karena itu peneliti menerapkan media CD Interaktif dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan media CD Interaktif dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas VII E SMP Al Qona’ah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian tindakan kelas (classroom action research), karena penelitian tindakan kelas berguna untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki layanan pendidikan dalam konteks pembelajaran dikelas. Juga membantu penulis dalam memperoleh informasi yang lebih mendalam dengan melakukan tindakan yang sesuai dengan masalah yang ada. Hasil penelitian yang penulis peroleh adalah (1) Bahwa penerapan media CD Interaktif dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan di lapangan terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, dan angket siswa dari mulai siklus ke I, II, dan siklus ke III menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik. Guru telah mampu menerapkan media CD Interaktif dalam pembelajaran PKn. (2) terjadi perubahan kecerdasan emosional siswa setelah penerapan media CD Interaktif, hal ini dilihat dari angket respon siswa selama 3 siklus dan pengamatan langsung terhadap siswa pada saat melakukan proses pembelajaran dan simulasi. Siswa bisa lebih bersimpati terhadap lingkungan sekitarnya dan siswa pun menjadi lebih berani dan percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya.  Kesimpulan hasil penelitian menyatakan bahwa Penggunaan media CD Interaktif dalam pembelajaran PKn menjadikan pembelajaran lebih menarik dan siswa dituntut untuk mendengarkan, memahami, menuliskan topik konsep dan mampu mensimulasikan pembelajaran secara berkelompok. Siswa dapat lebih memahami konsep sehingga siswa dapat mengemukakan pendapat dengan hati yang lebih tenang, lebih percaya diri dalam mengungkapkan topik konsep materinya, dan mengelola perasaan ketika pembelajaran. Dengan demikian siswa memiliki kecerdasan emosional dalam pembelajaran PKn.

Daftar Isi s_pkn_0800940_table_of_content.pdf
Bab I s_pkn_0800940_chapter1.pdf
Bab II s_pkn_0800940_chapter2.pdf
Bab III s_pkn_0800940_chapter3.pdf
Bab IV s_pkn_0800940_chapter4.pdf
Bab V s_pkn_0800940_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_pkn_0800940_bibliography.pdf

PERANAN KOPERASI DALAM MEMBINA CIVIC DISPOSITION SISWA DI SMP NEGERI 2 PALIMANAN

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Koperasi siswa adalah  badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi siswa bertujuan untuk mengembangkan dan mendewasakan para siswa agar mampu mengurus diri sendiri atas dasar swadaya dan gotong royong. Siswa merupakan generasi muda untuk penentu kemajuan suatu negara.  Generasi muda di Indonesia kuantitasnya tak kurang. Namun yang perlu disoroti adalah kuantitas tersebut harus diiringi dengan kualitas yang baik. Generasi muda yang berkualitas salah satunya berawal dari sejauh mana seseorang dapat tertanggugjawab, jujur, disiplin dan mandiri dalam segala aktifitasnya.  Sifat-sifat tersebut tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan harus dibina, ditumbuhkan, dikembangkan, dan diterapkan dalam semua aspek baik didalam sekolah, keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembinaan, salah satunya melalui koperasi siswa untuk membina civic disposition pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti langsung bertindak sebagai subjek yang terjun langsung ke lapangan dan untuk melengkapi hasil pengamatan data-data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi siswa di SMP Negeri 2 Palimanan siswa sangat berperan karena koperasi di SMP Negeri 2 Plaimana merupakan koperasi siswa yang masih bertahan dan didalamnya siswa-siswi ikut berpartisipasi dalam pengelolaannya. Koperasi siswa di SMP Negeri 2 Palimanan merupakan tempat untuk membina civic disposition siswa dengan pembina koperasi siswa memberikan tugas-tugas untuk masing-masing anggota koperasi siswa seperti menjadi kasir, pendataan dan mengatur antrian. Adapun civic disposition siswa didalam koperasi siswa yaitu pembinaan dalam tanggungjawab, kejujuran, kedisiplinan dan kemandirian. Dengan pembinaan di dalam koperasi siswa civic disposition siswa yang meliputi tanggungjawab, kejujuran, kedisiplinan dan kemandirian agar terbentuk dengan baik dan menjadikan siswa menjadi warga negara yang baik dan berkarakter. Dengan demikian pembinaan siswa dalam berkoperasi diarahkan untuk menunbuhkan apresiasi terhadap perkoperasian dan memberikan pengalaman praktis kepada siswa agar dapat berwirausaha, kreatif, dan terampil di bidang pengelolaan koperasi siswa dan dengan pembinaan tersebut sangat penting untuk siswa dimasa depan kelak.

Daftar Isi s_pkn_0806967_table_of_content.pdf
Bab I s_pkn_0806967_chapter1.pdf
Bab II s_pkn_0806967_chapter2.pdf
Bab III s_pkn_0806967_chapter3.pdf
Bab IV s_pkn_0806967_chapter4.pdf
Bab V s_pkn_0806967_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_pkn_0806967_bibliography.pdf