Home

Tampilkan postingan dengan label Skripsi Bahasa Indonesia dan Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi Bahasa Indonesia dan Sastra. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2012

PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN ANIMASI PASIR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI SUGESTIF

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Skripsi ini berjudul “Penggunaan Media Tayangan Animasi  Pasir dalam Pembelajaran Menulis Karangan Narasi Sugestif (Penelitian Eksperimen Semu Pada Siswa Kelas X SMK Bina Warga Bandung Tahun Ajaran 2011/2012). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan: 1) Apakah media tayangan animasi pasir efektif digunakan dalam pembelajaran menulis karangan narasi sugestif pada siswa kelas X SMK Bina Warga Bandung; 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi sugestif dengan menggunakan media tayangan animasi pasir di kelas X SMK Bina Warga Bandung; 3) Bagaimana hasil pembelajaran menulis karangan narasi sugestif dengan menggunakan media tayangan animasi pasir pada siswa kelas X SMK Bina Warga Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini berupa tes menulis karangan narasi sugestif. Sampel yang peneliti ambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X AP 1 dengan 32 jumlah objek yang terdaftar dalam penelitian. Penggunaan media tayangan animasi pasir  dalam pembelajaran menulis karangan narasi sugestif di kelas cukup efektif. Hal itu dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukan rata-rata nilai prates kemampuan menulis karangan narasi sugestif siswa sebesar 51,8 dan nilai pascates 66,6. Kemudian penulis melakukan uji signifikansi nilai prates dan pascates dengan melakukan uji hipotestis. Hasil yang didapat yaitu thitung  sebesar 10,26 dan ttabel  dengan taraf signifikan 5% atau tingkat kepercayaan 95% sebesar 1,67. Hal tersebut berarti bahwa (10,26 > 1,67) atau thitung > ttabel, dengan begitu perbedaan antara nilai prates dan pascates terbukti signifikan. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan menulis karangan narasi sugestif siswa terbukti signifikan setelah diberi perlakuan berupa media tayangan animasi pasir. Namun, penggunaan media ini tidak bisa dilakukan dimana saja dan memerlukan sarana dan prasarana yang memadai di dalam kelas.

Daftar Isi s_ind_0807249_table_of_content.pdf
Bab I s_ind_0807249_chapter1.pdf
Bab II s_ind_0807249_chapter2.pdf
Bab III s_ind_0807249_chapter3.pdf
Bab IV s_ind_0807249_chapter4.pdf
Bab V s_ind_0807249_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_ind_0807249_bibliography.pdf

UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MENULIS IKLAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FACEBOOK

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar

Penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Pembelajaran Menulis Iklan Dengan Menggunakan Media Facebook (Penelitian Tindakan Kelas terhadap Siswa Kelas X SMK Negeri 11 Bandung Tahun Ajaran 2011/2012)” ini dilatarbelakangi oleh kenyataan yang menunjukkan masih rendahnya kemampuan siswa dalam menulis. Hal tersebut disebabkan oleh guru kurang optimal menggunakan media dalam pembelajaran menulis. Penggunaan media berupa jejaring sosial yaitu Facebook, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengeluarkan ide dalam menulis iklan. Berdasarkan analisis hasil belajar siswa berupa tulisan iklan, diketahui bahwa kemampuan siswa dalam menulis iklan secara umum mengalami peningkatan dalam setiap siklusnya. Pada siklus Isebanyak  19 siswa atau 66% siswa mempunyai nilai di bawah KKM. Sedangkan yang memenuhiKKM berjumlah sepuluh orang dengan presentase 34%.Padasiklus II, sebanyak delapan siswa atau 28% siswa mempunyai nilai di bawah KKM. Sedangkan yang memenuhi KKM berjumlah 21 orang dengan presentase 72%. Padasiklus I siswa yang mencapai tingkat kemampuan terendah mencapai skor 40, dan pada siklus II naik menjadi 45.Tingkat kemampuan tertinggi siswa mengalami peningkatan dari 85 pada siklus I menjadi 95 pada siklus II.Hanya ada sebagian kecil siswa yang kemampuannya tetap pada siklus tertentu. Adapun nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari 64 menjadi 78.Dengandemikiandapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis iklan dengan menggunakan media facebook terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis iklansiswa.

Daftar Isi s_ind_0808899_table_of_content.pdf
Bab I s_ind_0808899_chapter1.pdf
Bab II s_ind_0808899_chapter2.pdf
Bab III s_ind_0808899_chapter3.pdf
Bab IV s_ind_0808899_chapter4.pdf
Bab V s_ind_0808899_chapter5.pdf
Daftar Pustaka s_ind_0808899_bibliography.pdf

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BERPIDATO

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Penelitian yang berjudulPenggunaan Model Pembelajaran ARIAS sebagaiUpayaMeningkatkanKemampuan Siswa dalamPembelajaranBerpidatodilakukankarenakurangnyakeberanian yang dimilikisiswadalamberpidato, kurangnyapenguasaanmateri, rasa malu, takut, sertatidakpercayadiri. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalah PTK.Subjekpenelitianadalahsiswakelas X-4 yang berjumlah 36 orang.Data diperolehdenganmenggunakaninstrumenteskemampuansiswa, lembarobservasiaktivitassiswadan guru, jurnalsiswa, dancatatanlapangan. Rumusanmasalahdalampenelitianiniadalahbagaimanakahperencanaan, pelaksanaan,danhasilkegiatanpembelajaransiswakelas X-4  SMKN 7 Bandung dalampembelajaranberbicaradenganmenggunakan model ARIAS. Berdasarkanrumusanmasalahtersebut, penelitianinidilakukanuntukmengetahuiperencanaan, pelaksanaan,danhasilkegiatanbelajarmengajardenganmenggunakan model ARIAS dalammeningkatkanketerampilanberbicara.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenggunaan modelARIASdapatmeningkatkankemampuanberbicarasiswa.Penelitianinidilakukandalamduasikluskarenakemampuanberbicarasiswamengalamaipeningkatan yangcukupsignifikanpadapembelajaransiklusII.Peningkatantersebutdapatdilihatdariskorsiswamulaisiklus I dansiklus II.Adapun rata-rata nilaisiswasiklus I adalah 75 dansiklus II mengalamipeningkatan 10menjadi 85.Aktivitas guru padasiklus I memperolehskor 2,3dari observer. Padasiklus II penelitimemperoleh 2,8dari observer. Berdasarkanaktivitassiswa, padasiklus I yang aktifdantergolongbaiksebanyak 56 % dan yang berprilakutidakmendukungkelancaranpembelajaranada 11,1 % . Padasiklus II siswa yang aktifdantergolongbaiksebanyak 74 %.Siswa yang berprilakunegatifdantidakmendukungkelancaranpembelajaranada 4,2 %.

Daftar Isi s_ind_0801157_table_of_content.pdf
Bab I s_ind_0801157_chapter1.pdf
Bab II s_ind_0801157_chapter2.pdf
Bab III s_ind_0801157_chapter3.pdf
Bab IV s_ind_0801157_chapter4.pdf
Bab V s_ind_0801157_chapter4.pdf
Daftar Pustaka s_ind_0801157_bibliography.pdf

Selasa, 28 Agustus 2012

PENGGUNAAN MEDIA BONEKA KAOSKAKI DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK DONGENG | SKRIPSI PEND SASTRA DAN BAHASA INDONESIA

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
Download Skripsi Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia:

"PENGGUNAAN MEDIA BONEKA KAOSKAKI DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK DONGENG (Studi Eksperimen Semu pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 24 Bandung Tahun ajaran 2011/2012)"

Penelitian ini berawal dari beberapa rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimanakah kemampuan menyimak dongeng siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung sebelum menggunakan media boneka kaos kaki?, (2) bagaimanakah kemampuan menyimak dongeng siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung sesudah menggunakan media boneka kaos kaki?, dan (3) adakah perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung dalam menyimak dongeng sebelum dan sesudah menggunakan media boneka kaos kaki?. Dari rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kemampuan menyimak dongeng siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung sebelum menggunakan media boneka kaos kaki, (2) kemampuan menyimak dongeng siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung sesudah menggunakan media boneka kaos kaki, dan (3) ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung dalam menyimak dongeng sebelum dan sesudah menggunakan media boneka kaos kaki?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media boneka kaos kaki dalam pembelajaran menyimak dongeng. Setelah melakukan penelitian, analisis dan pembahasan maka rumusan masalah dapat terjawab dengan hasil antara lain: (1) berdasarkan hasil prates menyimak dongeng siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung sebelum menggunakan media boneka kaos kaki dihasilkan rata-rata 70,6 dengan kategori cukup, (2) berdasarkan hasil pascates menyimak dongeng siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung sesudah menggunakan media boneka kaos kaki dihasilkan rata-rata 83,9 dengan kategori baik, dan (3) berdasarkan hasil uji hipotesis kemampuan menyimak dongeng siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung sebelum dan sesudah menggunakan media boneka kaos kaki diperoleh hasil thitung = 14,9 dan ttabel = 2,436. Hal ini berarti t0 = 14,9 > t0,05 (36) = 2,436 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa kelas VII-4 SMP Negeri 24 Bandung Tahun Ajaran 2011/2012 sebelum dan sesudah menggunakan media boneka kaos kaki.

Link download di bawah ini:

Daftar Isi : Download
Bab 1 : Download
Bab 2 : Download
Bab 3 : Download
Bab 4 : Download
Bab 5 : Download
Daftar Pustaka : Download

Hanya sebagai referensi ya. Semoga bermanfaat :)

Senin, 05 Maret 2012

Download Skripsi Bahasa Indonesia dan Sastra - REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DI LINGKUNGAN TERMINAL SENEN JAKARTA PUSAT

Posted by Arfiyan Setiawan | On: , | 0 komentar
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mendengar kata pedagang asongan, supir, kondektur, dan calo mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Pedagang asongan adalah para pedagang yang biasa menjajakan dagangannya di sekitar terminal dan di dalam bus-bus. Mereka selalu berupaya untuk menarik pembeli agar membeli dagangannya, yang kadang juga suka terlihat sedikit memaksa. Supir adalah para pengemudi bus atau angkot yang selalu terlihat di lingkungan terminal. Kondektur adalah orang yang membantu supir untuk menarik penumpang ke dalam angkot atau bus, sedangkan calo adalah perantara atau reseller. Kata calo kadang bersifat negatif karena apa yang calo lakukan adalah menggunakan kesempitan orang menjadi suatu kesempatan. Calo juga identik dengan preman atau penguasa daerah tertentu yang sudah menjadi objek pencariannya.

Di lingkungan terminal, kita terkadang sering mendengar pembicaraan yang diucapkan oleh pedagang asongan, supir, kondektur, dan calo yang sering mengucapkan kata-kata kasar. Penulis sendiri pernah melihat bagaimana para supir angkot atau bus dengan wajah ‘terpaksa’ memberi sejumlah persenan kepada calo. Mungkin bagi sebagian orang hal yang dilakukan calo itu biasa saja, sehingga mereka pantas menerima sejumlah uang.

Selengkapnya

RPP Berkarakter SMP

Update Skripsi Bahasa Indonesia yang lain.

  • Korelasi Antara Kebiasaan Membaca dengan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas XI SMA [Download]
  • Pengaruh Penggunaan Metode Tanya Jawab Terhadap Kemampuan Merespon Pertanyaan Guru Siswa Kelas VIII MTs [Download]
  • Kemampuan Mengembangkan Karangan Narasi Berdasarkan Teks Wawancara Oleh Siswa Kelas I SMPN [Download]
  • Realisasi Kesantunan Berbahasa Di lingkungan Terminal (sebuah kajian sosiopragmatik) [Download]
  • Kemampuan Mengapresiasikan Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik Cerpen Laut Karya Ngurah Parsna Siswa Kelas III MTS [Download]
  • Meningkatkan Kemampuan Mengarang Cerpen Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses Siswa Kelas VII MTs [Download]
  • Identifikasi Bentuk Dan Makna Kata Ulang Bahasa Sasak Dialek Ngeno-Ngene Di Desa Anjani [Download]
  • Pengaruh Penggunaan Metode Tanya Jawab Terhadap Kemampuan Menjawab Pertanyaan Guru Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII MTs [Download]
  • Mengoptimalkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Dengan Teknik Penyempurnaan Wacana Siswa Kelas VII SMP Negeri [Download]